Ekonomi Indonesia Tumbuh Cepat Selama 4 Tahun, Namun Konsumsi Masih Lemah

Ekonomi Indonesia

Perekonomian Indonesia tumbuh pada laju tercepat dalam empat tahun pada bulan Oktober-Desember. Tetapi konsumsi yang lamban terus menjaga tingkat pertumbuhan dari bergerak jauh di atas 5,0 persen, di mana telah selama bertahun-tahun.

Pada kuartal keempat, produk domestik bruto naik 5,19 % dari tahun sebelumnya, tertinggi sejak periode terakhir 2013. Sementara pertumbuhan setahun penuh adalah 5,07 %, menjadikan tahun 2017 sebagai tahun terbaik sejak 2013.

Konsumsi, penyumbang terbesar bagi perekonomian Indonesia, meningkat pada kuartal keempat dari yang sebelumnya. Tetapi tetap sedikit di bawah 5 persen secara tahunan, data biro itu menunjukkan.

Capital Economics mengatakan pihaknya melihat “prospek kecil dari pemulihan yang berkelanjutan”.

Meskipun suku bunga, pertumbuhan kredit masih sangat lemah, katanya, menambahkan bahwa mereka mengharapkan pertumbuhan ekonomi 5 persen baik tahun ini dan pada 2019.

Pemerintah Presiden Joko Widodo, yang masa jabatan lima tahunnya berakhir pada 2019, telah meluncurkan serangkaian deregulasi bergerak dalam upaya untuk menarik lebih banyak investasi dan mengurangi ketergantungan pada konsumsi sebagai mesin pertumbuhan.

Pada kuartal keempat, investasi tumbuh sebesar 7,27 persen menurut biro statistik, meningkat dari 7,11 persen pada kuartal ketiga.

Meskipun gerakan deregulasi, pita merah tetap menjadi rintangan besar dan sumber keluhan di kalangan investor.

Perubahan peraturan yang sering dan mendadak membuat investor asing enggan memasukkan uang ke ekonomi terbesar di Asia Tenggara, menurut kepala dewan investasi.

Pada perdagangan, Indonesia mencatat surplus hampir setiap bulan pada tahun 2017, dan peningkatan harga dalam komoditas terkait energi dan minyak sawit mendorong ekspor komoditas.

Ekspor tumbuh sebesar 9,09 persen pada 2017, sementara impor naik 8,06 persen, kata biro statistik.

Belanja pemerintah meningkat pada kuartal keempat dan tumbuh 2,14 persen untuk setahun penuh.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *